Ketika hati merasa sendiri diantara keramaian..
Ketika jiwa merasa sepi akan kebahagiaan..
Ketika kaki melangkah tak tentu arah kemana tujuan..
Aku tak tau apa yang terjadi dengan hatimu..
Aku terlalu takut untuk bertindak menjadi seorang pahlawan bagimu..
Bukan karena pengecut, karena ku tahu bahwa saat ini yang kau butuhkan hanya sebuah ketenangan..
Namun cuma satu yang terfikir ketika melihatmu bersedih..
Hanya membuatmu tersenyum akan sebuah harapan bahagia..
Jangan bersedih
Selalu ada kebahagiaan untukmu..
Jangan pernah berfikir kalau kau hanya sendiri..
Karena aku ada selalu untukmu..
Kamis, 02 Desember 2010
Senin, 22 November 2010
Bai Fang Li, Tukang Becak Yang Menyumbang Semua Hasil Jerih Payahnya Pada Yayasan Yatim Piatu

Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.
Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.
Tersentuh
Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.
Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.
Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.
Tak Menuntut Apapun
Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.

Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.
Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan.
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5523729
http://menujuhijau.blogspot.com/
Kamis, 18 November 2010
hati seluas telaga..

Sesuatu yang dapat mudah kita resapi namun sangat sulit untuk kita lakukan.. yap benar,, itu lah LAPANG DADA atau biasa kita sebut kesabaran
Orang –orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali-Imron:134)
Dari ayat tersebut dapat kita resapi bahwa orang yang dapat Manahan amarah dan melapangkan dadanya merupakan orang yang disukai oleh Allah SWT.
Dengan berlapang dada seseorang dapat lebih mengerti dengan apa yang diderita saudaranya sehingga akan muncul sikap itsar atau mengutamakan saudara, sungguh ini adalah tingkat keimanan yang tinggi ketika disaat yang paling sulit untuk kita, kita dapat mengutamakan saudara kita dengan melepaskan segala apa yang kita sukai.
Ada suatu kisah cerita yang mungkin akan menggugah kita betapa hebatnya sikap berlapang dada..
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “coba, minum ini, dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, Jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selsesai meneguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana Rasanya”?
“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Lalu mengajaknya duduk berhadapan bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. “Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari persaan tempat kita meletakkan segalanya, itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. “Lapangkanlah dadamu” menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Dari cerita di atas dapat kita ambil Ibroh nya bahwa hati adalah sebuah wadah dimana perasaan kita adalah tempat itu, dan kalbu adalah tempat menampung segalanya. Jadi janganlah hati ini kita jadikan seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan, dan cobaan hidup dan merubahnya menjadi kesegaran serta kebahagiaan.
InsyaAllah hanya itu yang dapat saya sampaikan apa bila ada kesalahan sesungguhnya itu benar-benar dari saya apabila benar itu semata-mata hanya dari Allah SWT.
Whallahualam bis Showab...
keep Optimis Brooo...!!!

Optimis.. satu kata yang mempunyai arti besar dalam proses pendewasaan. Rasa optimis timbul ketika manusia mempunyai alasan meyakini sesuatu secara positif terhadap suatu masalah yang akan dihadapi. Suatu kesuksesan tidak lepas dari rasa optimisme karena kesuksesan adalah jalan hidup yang harus dipilih, dan optimisme adalah tiap langkah yang kita jalani dalam pencapaian kesuksesan itu.
Tidak dipungkiri manusia lebih memiliki sifat pesimis dibanding dengan optimis. Kegagalan akan selalu mengikuti manusia yang hidupnya dipenuhi rasa pesimistis. Yang artinya ketika suatu kesempatan untuk meraih kesuksesan datang padanya, secara tidak sadar dia akan selalu ragu dan mencoba mencari cari alasan untuk menggagalkan pencapaian tersebut, itu lah yang disebut pesimis.
Aku membuat tulisan tentang rasa optimis dan pesimis ini adalah bertujuan untuk menguatkanku atau mungkin teman2 sekalian akan keinginan dan tujuan yang kan kita raih. Mulanya rasa optimis begitu besarnya namun seiring dengan berjalannya waktu dengan tanpa usaha nyata untuk mewujudkan tujuan tersebut maka semakin terkikislah rasa optimis itu, dan kini yang tersisa hanya rasa pesimis.
Mari bangkitkan rasa optimis kita, tidak ada gunanya terlalu memikirkan sesuatu yang belum kan terjadi. Ingat apa yang kita rasakan dalam hati dan pikiran merupakan doa yang sebenarnya akan kembali ke diri kita, maka bepikirlah secara positif yakinlah masa depan hanya Allah lah yang tau dan Allah tau yang terbaik untuk kita. Sebagai manusia kita hanya dapat melakukan yang terbaik. Selagi kita masih memiliki mimpi dan Allah, maka yakinlah harapan itu kan selalu ada.
Rabu, 17 November 2010
untuk ayah ..
Sekali lagi aku menangis..
Ketika raga kini terpisah oleh jarak..
Ketika pengabdian belum berarti..
Hanya sesal yang ku dapati..
Maafkan aku Ayah..
Sekali lagi aku menangis..
Tentang semua sikap yang slama ini menyiakanmu..
Membuatmu bersedih dan merasa sendiri..
Sungguh itulah dosa yang nyata untuk ku..
Maafkan aku Ayah..
Sekali lagi aku menangis..
Kini tak pernah tenang hati, ketika raga dan jiwa ini mengingat kesakitanmu..
Hanya doa di setiap akhir sujudku yang berharap dapat meredakan deritamu..
Hanya itu yang mampu aku berikan sebagai wujud tanda pengabdianku padamu..
Maafkan aku Ayah…
Ketika raga kini terpisah oleh jarak..
Ketika pengabdian belum berarti..
Hanya sesal yang ku dapati..
Maafkan aku Ayah..
Sekali lagi aku menangis..
Tentang semua sikap yang slama ini menyiakanmu..
Membuatmu bersedih dan merasa sendiri..
Sungguh itulah dosa yang nyata untuk ku..
Maafkan aku Ayah..
Sekali lagi aku menangis..
Kini tak pernah tenang hati, ketika raga dan jiwa ini mengingat kesakitanmu..
Hanya doa di setiap akhir sujudku yang berharap dapat meredakan deritamu..
Hanya itu yang mampu aku berikan sebagai wujud tanda pengabdianku padamu..
Maafkan aku Ayah…
Minggu, 14 November 2010
penampilan itu penting lho..!!

”Sebagai manusia kita jangan hanya menilai seseorang dari luarnya saja”, itu lah kata kata yang sering ku dengar entah dari siapa? Yah terkadang itu benar namun ko’ aku merasa kurang sependapat ya? Menurutku penampilan adalah sesuatu yang penting namun kita lihat untuk apa penampilan itu harus disesuaikan. Aku teringat saat malam minggu kemarin, saat itu aku melewati daerah siring banjarmasin. Sangat excited banyak banget anak2 muda disana, mungkin dah sesuatu yang biasa ketika malam minggu banyak anak2 muda yang berkumpul atau sekedar jalan2 disekitar daerah tersebut, tp kali ini berbeda dengan malam2 biasanya. Ternyata mereka semua sedang sibuk melakukan kegiatan kemanusiaan dengan mengumpulkan sumbangan sukarela pada pengguna jalan yang melintas di persimpangan lampu merah. Sekali lagi setelah kuperhatikan dengan seksama mereka adalah mahasiswa, entah dari mana? hanya almamaternya saja yang menunjukan mereka seorang mahasiswa. Wow! Sungguh luar biasa disaat mereka bisa bersantai, mereka dengan suka rela meninggalkan kesenangan itu dengan turun ke jalan untuk mengumpukan sepeser demi sepeser uang demi kemanusiaan, pokoknya kagum deh.
Nah setelah melewati daerah siring aku berbelok untuk menuju kosanku. saat diperbelokan eh.. maksudnya belokan ternyata banyak juga anak anak muda yang sedang sibuk mengumpulkan sumbangan. Wah sekilas terkagum namun setelah itu ko’ aneh ya aku melihat penampilan mereka? Ini berbeda dari yang sebelumnya, penampilan mereka terlihat seperti ingin jalan jalan ke mall saja? Kalu dibandingkan dengan yang sebelumnya kontras perbedaannya jauh banget. Mungkin itu yang menyebabkan banyak orang yang melintas terlihat kurang respek dengan aksi mereka.
Kesimpulannya terkadang kita harus melihat penampilan kita sebelum melakukan sesuatu. Jangan terlalu malas untuk mengatur penampilan karena itu sesuatu yang penting. Sadar atau tidak sadar seseorang menilai kita disaat pertama kenal, adalah melalui penampilan kita. Contohnya pada saat penerimaan pegawai, sang penguji atau user akan lebih melihat pertama kali dari kita adalah penampilan, jika masalah ini kita perhatikan maka sangat besar kemungkinan akan lulus, namun jika kita mengabaikan ini, sampai kapanpun kesempatan kita untuk tembus ke tingkat selanjutnya di perusahaan manapun sepertinya akan mustahil. Yang perlu digaris bawahi kita berpenampilan yang berbeda dari diri kita, bukan berarti itu bukan diri kita, namun terkadang kita harus bisa bersikap profesional dalam mengatur penampilan, karena penampilan adalah cermin kepribadian.
Sabtu, 13 November 2010
yang kerja n kuliah semangat yoooo!!!
Kerja dan kuliah, kadang terdengar menjadi sesuatu yang sangat memberatkan. Namun ketika di jalankan sesuatu yang kita anggap semula mustahil ternyata dapat mudah kita lalui. Jangan jadikan kuliah suatu beban namun jadikanlah itu suatu hiburan setelah rutinitas kerja dikantor karena disana kita akan melihat dunia yang berbeda karena pastinya lebih segar dan menyenangkan, sehingga dalam menjalaninya kita akan lebih menikmatinya namun tentu dengan rasa tanggung jawab dengan tidak melupakan tujuan kita dalam belajar. Mahasiswa yang bekerja sudah pasti konsentrasinya terpecah akan urusan kantor dan kuliah sehingga akan terkesan bermalas-malasan namun jangan salah terkadang golongan mahasiswa yang bekerja mempunyai sikap yang lebih kritis dan lebih rajin dibandingkan mahasiswa biasa lainnya. jadi ini bukanlah suatu alasan bagi kita mahasiswa yang juga bekerja sebagai ajang untuk bermalas-malasan dalam kuliah, karena semua kembali kepada kita dalam menyikapinya.
Banyak peristiwa yang dapat diambil ketika kita melakukan dua kegiatan yang membutuhkan tanggung jawab secara moril. saat kerja kita mempunyai tanggung jawab terhadap perusahaan namun pada saat kuliah kita mempunyai tanggung jawab terhadap diri kita sendiri. Mana yang lebih penting? Tentu saja itu bukannlah pertanyaan yang tepat? Karena keduanya mempunyai porsinya masing masing. Namun ketika keduanya berbenturan apa yang seharusnya kita lakukan? Mengorbankan salah satunya? Sulit untuk memutuskan namun segeralah mencari solusinya, gunakan system prioritas sehingga kau akan tau mana yang menurutmu lebih penting dan lebih mendesak saat itu, maka dahulukanlah. Namun bagaimana bila keduanya sangat mendesak? Suatu saat pasti kita mengalami kondisi dimana kita merasa serba salah untuk melakukan sesuatu, namun yang perlu kita ingat kita mempunyai Allah yang maha kuasa. Berdoalah kepadanya dan segeralah ambil keputusan yang menurutmu tepat dan mengawalinya dengan Basmallah smoga dimudahkan. ^^
Banyak peristiwa yang dapat diambil ketika kita melakukan dua kegiatan yang membutuhkan tanggung jawab secara moril. saat kerja kita mempunyai tanggung jawab terhadap perusahaan namun pada saat kuliah kita mempunyai tanggung jawab terhadap diri kita sendiri. Mana yang lebih penting? Tentu saja itu bukannlah pertanyaan yang tepat? Karena keduanya mempunyai porsinya masing masing. Namun ketika keduanya berbenturan apa yang seharusnya kita lakukan? Mengorbankan salah satunya? Sulit untuk memutuskan namun segeralah mencari solusinya, gunakan system prioritas sehingga kau akan tau mana yang menurutmu lebih penting dan lebih mendesak saat itu, maka dahulukanlah. Namun bagaimana bila keduanya sangat mendesak? Suatu saat pasti kita mengalami kondisi dimana kita merasa serba salah untuk melakukan sesuatu, namun yang perlu kita ingat kita mempunyai Allah yang maha kuasa. Berdoalah kepadanya dan segeralah ambil keputusan yang menurutmu tepat dan mengawalinya dengan Basmallah smoga dimudahkan. ^^
untuk dia ^^
Dia yang telah meluluhkan hatiku..
Dari hati yang selalu mencari dan dicari..
Namun kini dia hadir dihadapanku..
Tak mampu berucap karena ini diriku..
Dia yang telah meluluhkan hatiku..
Ingin rasanya ku mendekatiny dan sekedar berbincang dengannya..
Namun kenyataannya aku hanya sanggup memandangnya dari kejauhan..
Berharap dan terus berharap tanpa ada usaha yang nyata..
Dia yang telah meluluhkan hatiku..
Aku percaya semua kan indah pada waktunya..
Jika suatu saat nanti ku mendapatkan hatimu..
Percayalah, ku kan menjaganya dengan seluruh hatiku..
Dari hati yang selalu mencari dan dicari..
Namun kini dia hadir dihadapanku..
Tak mampu berucap karena ini diriku..
Dia yang telah meluluhkan hatiku..
Ingin rasanya ku mendekatiny dan sekedar berbincang dengannya..
Namun kenyataannya aku hanya sanggup memandangnya dari kejauhan..
Berharap dan terus berharap tanpa ada usaha yang nyata..
Dia yang telah meluluhkan hatiku..
Aku percaya semua kan indah pada waktunya..
Jika suatu saat nanti ku mendapatkan hatimu..
Percayalah, ku kan menjaganya dengan seluruh hatiku..
Sabtu, 06 November 2010
8 oktober 2010
8 oktober… iy 8 oktober lalu merupakan masa terburukku mungkin jg masa terburuk yang dialami oleh keluargaku,, ayahku terbaring kritis di UGD… kebetulan malam itu aq sedang melakukan kegiatan rutinku yaitu kuliah yang biasa kulakukan setelah jam kerja.. ya begitulah hidupku disni., siang kerja malam kuliah, hidup terkadang mesti berjalan terus agar bisa lebih produktif…
Oke.. tepat pukul 9 malam saat aq d kampus dan akan memasuki kelas, tiba-tiba adikku menelpon.. “hallo mas bedy” dengan suara terbata2.. “kenapa do’..” jawabku panik namun tak mampu menerka apa yang terjadi.. “bapak, mas bedy.. bapak masuk UGD kondisi lagi kritis”, terang adikku… sesaat terasa gelap,, iy serasa gelap kepalaku.. tak mampu berkata, “mas bedy mohon doanya ya..” pinta adikku singkat… hanya mampu ku jawab “iy do’..” kemudian telfon terputus.. hening,tak mampu berpikir, mau menangis pun masi terasa hambar.. tapi ini lah yang kurasakan karena serasa masi belum percaya dengan apa yang kudengar bahkan sesaat itu aq berpikir ini hanyalah mimpi,, akhirnya selama 1 mata kuliah yang kebetulan praktikum bahasa inggris hampir 95% aq sama sekali tidak memperhatikan dosen yg terlihat sekali perjuangannya menerangkan mata kuliah kepada mahasiswanya di malam yang seharusnya adalah waktu untuk beristirahat atau berkumpul dengan keluarga.. maaf ya pak,,
Akhirnya setelah pulang aq langsung menghubungi ibu.. “aslkm, bu’ gmn keadaan bapak?” tanyaku.. “makin memburuk bed”.. “gula darah bapak naik sampe 930 dan tekanan darahnya turun sampai 60..” Astagfirulloh.. makin gelap aja kepalaku,, apa kalian tau ukuran gula darah normal itu berkisar 120-220 sedangkan tekanan darah normal kira-kira itu sekitar 90-120 dan sekarang bayangkan kondisi ayahku pda saat itu, sedikit penjelasan selama ini ayahku mengidap diabetes melitus kalian sudah pasti tau penyakit gula yang sering disebut silent killer model apa itu… lalu ibu berpesan kepadaku “bed baca yasin yah, smoga bapak kondisinya bisa cepat membaik”.. “iya bu pasti”.. jawabku, disini aku mulai menangis..
Malam itu juga aq sholat.. d akhir sholat hanya ayahku yang menjadi doa utamaku,, aq memohon kepada Allah jikalau Engkau Ridho dengan segala amal yang aq buat maka ya Allah sembuhkanlah ayahku.. kami belum siap jika harus kehilangan beliau ya Allah… lalu untuk memantapkan doaku aku bernadzar, mungkin tak usah kusebutkan apa nazarku tp yang pasti nazar ini mempertaruhkan atas apa yang paling aku sukai pada saat itu.. kemudian setelah itu tak lupa aq meng SMS semua no teman-teman yang ada di kontak list untuk meminta doa agar ayahku bisa keluar dari masa kritis ini..
Esoknya stelah sholat lail aq menelfon ibuku lagi.. “bu’ bapak gmn?” dengan penuh rasa harap.. “alhamdulilah bapak udah agak lebih baik, sekarang ini ada d ruang ICU”.. sedikit lega kemudian ibu bercerita bagaimana dokter memberikan saran kepada ibu untuk menerima apapun yang terjadi nanti , karena pada saat itu kondisi ayah memang sedang dalam kondisi kritis-kritisnya, dokter sudah memberikan pertolongan yang semaksimal mungkin namun semua keputusan ada padaNya.. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Ibu dan adikku di kala itu.. seandainya pada saat itu aku ada ditengah mereka,, ibu juga bercerita bagaimana beliau menghubungi semua saudara yang ada di malang.. meminta maaf jikalau ayahku ada salah selama ini.. karena mungkin ini lah yang dapat menyelamatkan ayahku pada saat itu..
Singkat cerita ternyata kondisi ayah tak lama setelah itu berubah.. gula darahnya turun dan tekanan darahnya dikit demi sedikit meningkat, sebuah awal yang baik.. walau sebenarnya masih dalam kondisi kritis.. tp aku merasa itu adalah suatu mukjizat dari semua doa yang telah di panjatkan baik oleh ibu, adik, aku, saudara serta teman-temanku.. trimakasih semua,, smoga Allah membalas 1000 kali lebih baik bagi kalian.. amiin ya Robb..
Kemudian hari itu kuputuskan untuk pulang….
Oke.. tepat pukul 9 malam saat aq d kampus dan akan memasuki kelas, tiba-tiba adikku menelpon.. “hallo mas bedy” dengan suara terbata2.. “kenapa do’..” jawabku panik namun tak mampu menerka apa yang terjadi.. “bapak, mas bedy.. bapak masuk UGD kondisi lagi kritis”, terang adikku… sesaat terasa gelap,, iy serasa gelap kepalaku.. tak mampu berkata, “mas bedy mohon doanya ya..” pinta adikku singkat… hanya mampu ku jawab “iy do’..” kemudian telfon terputus.. hening,tak mampu berpikir, mau menangis pun masi terasa hambar.. tapi ini lah yang kurasakan karena serasa masi belum percaya dengan apa yang kudengar bahkan sesaat itu aq berpikir ini hanyalah mimpi,, akhirnya selama 1 mata kuliah yang kebetulan praktikum bahasa inggris hampir 95% aq sama sekali tidak memperhatikan dosen yg terlihat sekali perjuangannya menerangkan mata kuliah kepada mahasiswanya di malam yang seharusnya adalah waktu untuk beristirahat atau berkumpul dengan keluarga.. maaf ya pak,,
Akhirnya setelah pulang aq langsung menghubungi ibu.. “aslkm, bu’ gmn keadaan bapak?” tanyaku.. “makin memburuk bed”.. “gula darah bapak naik sampe 930 dan tekanan darahnya turun sampai 60..” Astagfirulloh.. makin gelap aja kepalaku,, apa kalian tau ukuran gula darah normal itu berkisar 120-220 sedangkan tekanan darah normal kira-kira itu sekitar 90-120 dan sekarang bayangkan kondisi ayahku pda saat itu, sedikit penjelasan selama ini ayahku mengidap diabetes melitus kalian sudah pasti tau penyakit gula yang sering disebut silent killer model apa itu… lalu ibu berpesan kepadaku “bed baca yasin yah, smoga bapak kondisinya bisa cepat membaik”.. “iya bu pasti”.. jawabku, disini aku mulai menangis..
Malam itu juga aq sholat.. d akhir sholat hanya ayahku yang menjadi doa utamaku,, aq memohon kepada Allah jikalau Engkau Ridho dengan segala amal yang aq buat maka ya Allah sembuhkanlah ayahku.. kami belum siap jika harus kehilangan beliau ya Allah… lalu untuk memantapkan doaku aku bernadzar, mungkin tak usah kusebutkan apa nazarku tp yang pasti nazar ini mempertaruhkan atas apa yang paling aku sukai pada saat itu.. kemudian setelah itu tak lupa aq meng SMS semua no teman-teman yang ada di kontak list untuk meminta doa agar ayahku bisa keluar dari masa kritis ini..
Esoknya stelah sholat lail aq menelfon ibuku lagi.. “bu’ bapak gmn?” dengan penuh rasa harap.. “alhamdulilah bapak udah agak lebih baik, sekarang ini ada d ruang ICU”.. sedikit lega kemudian ibu bercerita bagaimana dokter memberikan saran kepada ibu untuk menerima apapun yang terjadi nanti , karena pada saat itu kondisi ayah memang sedang dalam kondisi kritis-kritisnya, dokter sudah memberikan pertolongan yang semaksimal mungkin namun semua keputusan ada padaNya.. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Ibu dan adikku di kala itu.. seandainya pada saat itu aku ada ditengah mereka,, ibu juga bercerita bagaimana beliau menghubungi semua saudara yang ada di malang.. meminta maaf jikalau ayahku ada salah selama ini.. karena mungkin ini lah yang dapat menyelamatkan ayahku pada saat itu..
Singkat cerita ternyata kondisi ayah tak lama setelah itu berubah.. gula darahnya turun dan tekanan darahnya dikit demi sedikit meningkat, sebuah awal yang baik.. walau sebenarnya masih dalam kondisi kritis.. tp aku merasa itu adalah suatu mukjizat dari semua doa yang telah di panjatkan baik oleh ibu, adik, aku, saudara serta teman-temanku.. trimakasih semua,, smoga Allah membalas 1000 kali lebih baik bagi kalian.. amiin ya Robb..
Kemudian hari itu kuputuskan untuk pulang….
Jumat, 05 November 2010
sekilas motivasi
terkadang manusia terlalu rumit dengan apa yang dipikirkannya, padahal semua itu mudah jika dia berpikir mudah.. akhirnya setelah aku renungkan jangan lah kita terlalu memikirkan masa depan karena masa depan itu belum tentu kan datang namun jangan pula terlalu memikirkan masa lalu karena itu percuma dan hanya membuang buang waktumu,, lakukanlah yang terbaik darimu saat ini hingga suatu saat nanti kau dan orang orang yang kau cintai dan d sekitarmu dapat merasakan manfaat dari apa yang telah kamu usahakan.. be a better man,,
Langganan:
Komentar (Atom)