Sabtu, 06 November 2010

8 oktober 2010

8 oktober… iy 8 oktober lalu merupakan masa terburukku mungkin jg masa terburuk yang dialami oleh keluargaku,, ayahku terbaring kritis di UGD… kebetulan malam itu aq sedang melakukan kegiatan rutinku yaitu kuliah yang biasa kulakukan setelah jam kerja.. ya begitulah hidupku disni., siang kerja malam kuliah, hidup terkadang mesti berjalan terus agar bisa lebih produktif…

Oke.. tepat pukul 9 malam saat aq d kampus dan akan memasuki kelas, tiba-tiba adikku menelpon.. “hallo mas bedy” dengan suara terbata2.. “kenapa do’..” jawabku panik namun tak mampu menerka apa yang terjadi.. “bapak, mas bedy.. bapak masuk UGD kondisi lagi kritis”, terang adikku… sesaat terasa gelap,, iy serasa gelap kepalaku.. tak mampu berkata, “mas bedy mohon doanya ya..” pinta adikku singkat… hanya mampu ku jawab “iy do’..” kemudian telfon terputus.. hening,tak mampu berpikir, mau menangis pun masi terasa hambar.. tapi ini lah yang kurasakan karena serasa masi belum percaya dengan apa yang kudengar bahkan sesaat itu aq berpikir ini hanyalah mimpi,, akhirnya selama 1 mata kuliah yang kebetulan praktikum bahasa inggris hampir 95% aq sama sekali tidak memperhatikan dosen yg terlihat sekali perjuangannya menerangkan mata kuliah kepada mahasiswanya di malam yang seharusnya adalah waktu untuk beristirahat atau berkumpul dengan keluarga.. maaf ya pak,, 

Akhirnya setelah pulang aq langsung menghubungi ibu.. “aslkm, bu’ gmn keadaan bapak?” tanyaku.. “makin memburuk bed”.. “gula darah bapak naik sampe 930 dan tekanan darahnya turun sampai 60..” Astagfirulloh.. makin gelap aja kepalaku,, apa kalian tau ukuran gula darah normal itu berkisar 120-220 sedangkan tekanan darah normal kira-kira itu sekitar 90-120 dan sekarang bayangkan kondisi ayahku pda saat itu, sedikit penjelasan selama ini ayahku mengidap diabetes melitus kalian sudah pasti tau penyakit gula yang sering disebut silent killer model apa itu…  lalu ibu berpesan kepadaku “bed baca yasin yah, smoga bapak kondisinya bisa cepat membaik”.. “iya bu pasti”.. jawabku, disini aku mulai menangis.. 

Malam itu juga aq sholat.. d akhir sholat hanya ayahku yang menjadi doa utamaku,, aq memohon kepada Allah jikalau Engkau Ridho dengan segala amal yang aq buat maka ya Allah sembuhkanlah ayahku.. kami belum siap jika harus kehilangan beliau ya Allah… lalu untuk memantapkan doaku aku bernadzar, mungkin tak usah kusebutkan apa nazarku tp yang pasti nazar ini mempertaruhkan atas apa yang paling aku sukai pada saat itu.. kemudian setelah itu tak lupa aq meng SMS semua no teman-teman yang ada di kontak list untuk meminta doa agar ayahku bisa keluar dari masa kritis ini..

Esoknya stelah sholat lail aq menelfon ibuku lagi.. “bu’ bapak gmn?” dengan penuh rasa harap.. “alhamdulilah bapak udah agak lebih baik, sekarang ini ada d ruang ICU”.. sedikit lega kemudian ibu bercerita bagaimana dokter memberikan saran kepada ibu untuk menerima apapun yang terjadi nanti , karena pada saat itu kondisi ayah memang sedang dalam kondisi kritis-kritisnya, dokter sudah memberikan pertolongan yang semaksimal mungkin namun semua keputusan ada padaNya.. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Ibu dan adikku di kala itu.. seandainya pada saat itu aku ada ditengah mereka,, ibu juga bercerita bagaimana beliau menghubungi semua saudara yang ada di malang.. meminta maaf jikalau ayahku ada salah selama ini.. karena mungkin ini lah yang dapat menyelamatkan ayahku pada saat itu..

Singkat cerita ternyata kondisi ayah tak lama setelah itu berubah.. gula darahnya turun dan tekanan darahnya dikit demi sedikit meningkat, sebuah awal yang baik.. walau sebenarnya masih dalam kondisi kritis.. tp aku merasa itu adalah suatu mukjizat dari semua doa yang telah di panjatkan baik oleh ibu, adik, aku, saudara serta teman-temanku.. trimakasih semua,, smoga Allah membalas 1000 kali lebih baik bagi kalian.. amiin ya Robb..

Kemudian hari itu kuputuskan untuk pulang….

1 komentar:

  1. untuk aku. ayah itu segalanya aku, aku pasti sedih banget kalo ada di posisi kamu :)

    sabar ya

    BalasHapus